Minggu, 11 November 2012

sary sang pencuri hati

awalnya kehidupanku biasa saja sejak bertemu dengan dirimu begitu mencekam seakan mataharipun tak sanggup menyinari duniaku yang gelam dan menerkam kini kau membawa matahari yang slalu memberi kehanggatan di setiap hembusan nafasku dan seakan kaulah nyawaku kau memberi hidup yang baru meski kau tampak biasa saja di mata orang namun bagiku kaulah sang pencuri hatiku di sekian cewek di dunia inin dan kaulah penerang dalam hidupku yang gelap dan kelam ini ....... bagaimana bisa aku terus diam kalau ini semua tak terbalas bagaimana bisa aku terus diam kalu ini semua menggantung… engkau… yang ada di sana, yang dimana taukah kau jika aku tulis ini tulis tentangmu, tentang rindumu engkau… pernahkah juga menyambut rinduku walau hanya dengan senyum tanpa harus kau ucap kata penyambutan engkau… yang ada dimana ketahuilah aku terus merindumu ketahuilah aku terus menantimu kembali kembali bersama sperti waktu itu waktu yang penuh canda dan bungah waktu yang berlalu dengan indah waktu yang slalu terkenang Tuhan.. sampaikan padanya tentang rinduku tentang rindunya yang slalu kutunggu tentang rindunya, Tuhan… Tak Ingat Tak Tahu Rinduku selalu mengalirkan namamu Namamu selalu detakkan jantungku Sulit kubendung naluri itu Selalu begitu, setiap waktu Tapi, kau tak ingat dan tak tahu Dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu Rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu Dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu
Sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu Bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar